Islam Agama ku

Blog mengenai Islam dan juga yang terkandung didalamnya

Showing posts with label Puasa. Show all posts
Showing posts with label Puasa. Show all posts

Kalender Puasa Sunnah Tengah Bulan / Ayyamul Bidh 2018

Assalamu'alaikum wr wb.

Hi, salam hangat dari admin. Satu artikel malam ini mengenai ibadah sunnah bulanan, yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, yaitu puasa sunnah Ayyamul Bidh (puasa sunnah tengah bulan Hijriah).

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)

Puasa tengah bulan atau Ayyamul Bidh yang mana jatuh pada tanggal 13,14, dan 15 pada kalender hijriyah setiap bulanya.

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh 1439 H

Kalender Puasa Ayyamul Bidh 1439 H


Jadwal Puasa Sunnah Tengah Bulan / Ayyamul Bidh 2016


Assalamu'alaikum wr wb.
Hi, selamat pagi. Satu artikel pagi ini mengenai puasa sunnah tengah bulan atau dalam bahasa kerenya Ayyamul Bidh. Lebih tepatnya jadwal kalender puasa ayyamul bidh tahu 2016. Untuk pengertian bisa dilihat di artikel Puasa Sunnah Tengah Bulan ini. Lalu untuk jadwal tahun ini, berikut gambarnya:

Kalender puasa ayamul bidh tahun 2016
Kalender puasa ayamul bidh tahun 2016

sumber: http://www.hasanudin.id/2015/12/kalender-puasa-tahun-2016.html

Jadwal Puasa Sunnah Tengah Bulan / Ayyamul Bidh 2015

Selamat malam. Satu artikel lagi tentang Jadwal puasa sunnah Ayyamul Bidh 2015. Untuk pengertian puasa Ayyamul Bidh dan hadistnya silahkan cek disini lalu untuk kalendenya silahkan dicopy :D . Semoga bermanfaat.

Kalender Puasa Ayyamul Bidh 2015
Kalender Puasa Ayyamul Bidh 2015

Jadwal Puasa Sunnah Tengah Bulan / Ayyamul Bidh

Jadwal Puasa Tengah Bulan - Puasa adalah menahan makanan, minuman, atau keduanya, perbuatan buruk dan dari segala hal yang membatalkan puasa dari terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari di ufuk barat. Ada dua jenis puasa yaitu yang wajib [harus] dan sunnah untuk dikerjakan. Puasa wajib meliputi puasa pada bulan Ramadhan, puasa membayar hutang saat berhalangan puasa di bulan Ramadhan karena uzur [sebab yang diperbolehkan] dan puasa sunnah adalah puasa yang boleh tidak dikerjakan dan apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala dari Allah. Namun apabila kita mengaku sebagai umat Nabi Muhammad selayaknya dengan penuh semangat untuk melaksanakan puasa sunnah ini dan tentunya berpuasa karena Allah hlo ya..

Salah satu puasa sunah adalah puasa tengah bulan atau Ayyamul Bidh yang mana jatuh pada tanggal 13,14, dan 15 pada kalender hijriyah setiap bulanya.

Dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasihat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] mengerjakan shalat Dhuha, [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari No. 1178). 

Nah, kapan itu harinya ? Mari lihat di jadwal puasa sunnah tengah bulan berikut.

kalendar-puasa-sunah-kr-cahelek.jpg
image: winterwithsunshine.wordpress.com

Keutamaan Puasa Arafah 9 Dzulhijjah

Puasa arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari kesembilan bulan Dzulhijjah [9 Dzulhijjah]. Puasa ini sangat dianjurkan bagi seorang muslim yang tidak pergi haji. Seperti yang sudah ditulis disini.

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Bagi seorang muslim yang taat tentunya tidak melewatkan hari tersebut untuk berpuasa. Lantas bagaimana keutamaan Puasa Arafah tersebut ? Mari lanjutkan di tulisan dibawah ini.

Keutamaan Puasa Arafah

puasa-arafah-menghapus-dosa
image: budiseplawan.blogspot.com

- Pengampunan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahu kedepan.

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

- Hari Arafah merupakan waktu yang mustajab untuk berdo'a

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arofah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)”.” (HR. Tirmidzi, hasan)

Kapan lagi waktu yang keren ini untuk kita bersama berpuasa berharap kebaikan dunia dan akherat. Puasa Arafah menandakan kita sebagai muslim yang taat dan untuk meningkatkan kada keimanan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Kemudian, dosa yang seperti apa yang akan diampuni ?

Mengenai pengampunan dosa dari puasa Arafah, para ulama berselisih pendapat. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa kecil. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, moga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, moga ditinggikan derajat.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51) Sedangkan jika melihat dari penjelasan Ibnu Taimiyah rahimahullah, bukan hanya dosa kecil yang diampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits di atas sifatnya umum. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500). [muslim.or.id]

Nah, jika sudah tahu mari saling mengingatkan untuk kebaikan. Minimal shared kepada keluarga terdekat, teman dan yang lain. Semoga 1 kebaikan menjadi berlipat kelak.

 “Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah (harta amat berharga di masa silam, pen).” (Muttafaqun ‘alaih). “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim).
Puasa Arafah

Puasa Arafah

Adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 9 Dzulhijjah (pada kalender Islam) bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji, puasa ini hukumnya sunat sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
Artinya:” . . . dan puasa pada hari Arafah –aku mengharap dari Allah menghapuskan (dosa) satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Dan puasa pada hari Aasyura’ (tanggal 10 Muharram) aku mengharap dari Allah menghapus (dosa) satu tahun yang telah lau.” (HR Imam Muslim dan Baihaqi)


Fadhilah atau keutamaan berpuasa hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah adalah:
Artinya:”Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah terlewatkan.”(HR Ahmad, Muslim dan Daud dari Abi Qotadah)
Note: Dosa-dosa yang dihapus adalah dosa-dosa kecil.
Yang Membatalkan Puasa

Yang Membatalkan Puasa

1. Dari Abu Hurairah ra bahwa sesungguhnya Nabi SAW bersabda:”Barangsiapa yang terlupa, sedang dia dalam keadaan puasa, kemudian ia makan atau minum, maka hendaklah ia sempurnakan puasanya. Hal itu karena sesungguhnya Allah hendak memberinya karunia makan dan minum.” (Hadits Shahih, riwayat Al Jamaah kecuali An Nasai)
2. Dari Abu Hurairah ra bahwa sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda: “Barangsiapa yang muntah dengan tidak sengaja, padahal ia sedang puasa, maka tidak wajib qadha (puasanya tetap sah), sedang barangsiapa yang berusaha sehingga muntah dengan sengaja, maka hendaklah ia mengqadha (puasanya batal).” (HR Abu Daud dan At Tirmidzi)
3. Diriwayatkan dari Aisyah ra ia berkata : Disaat kami berhaidh ( datang bulan ) dimasa Rasulullah saw. kami dilarang puasa dan diperintah untuk mengqadhanya dan kami tidak diperintah untuk mengqadha shalat. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim )
4. Diriwayatkan dari Hafshah, ia berkata : Telah bersabda Nabi saw. Barang siapa yang tidak berniat untuk puasa ( Ramadhan ) sejak malam, maka tidak ada
puasa baginya. ( H.R : Abu Daud ) hadits shahih.
5. Telah bersabda Rasulullah SAW “Bahwa sesungguhnya semua amal itu harus dengan niat.” ()HR Al Bukhari dan Muslim)
6. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “Sesungguhnya seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah SAW: Ya Rasulullah saya terlanjur menyetubuhi istri saya (di siang hari) padahal saya dalam keadaan puasa (Ramadhan), maka Rasulullah SAW bersabda: Punyakah kamu seorang budak untuk dimerdekakan? Ia menjawab: Tidak. Rasulullah SAW bersabda: Mampukah kamu puasa dua bulan berturut-turut? Lelaki itu menjawab: Tidak. Beliau bersabda lagi: Punyakah kamu persediaan makanan untuk member makan enam puluh orang miskin? Lelaki itu menjawab: Tidak. Lalu beliau diam, maka ketika kami dalam keadaan semacam itu, Rasulullah datang dengan satu keranjang kurma, lalu bertanya :Dimana orang yang bertanya tadi? Ambilah kurma ini dan shadaqahkan dia. Maka orang tersebut bertanya: Apakah kepada oang yang lebih miskin dari padaku ya Rasulullah? Demi Allah tidak ada diantara sudut-sudutnya (Madinah) keluarga yang lebih miskin daripada keluargamu. Maka Nabi SAW. Lalu tertawa sampai terlihat gigi serinya kemudian bersabda: Ambillah untuk member makan keluargamu.” (HR Al Bukhari dan Muslim)
Kesimpulan:
1. Sengaja makan dan minum di siang hari. Bila terlupa makan dan minum di siang hari, maka tidak membatalkan puasa.
2. Sengaja membuat muntah, bila muntah tidak disengajakan, maka tidak membatalkan puasa.
3. Pada siang hari terdetik niat berbuka.
4. Dengan sengaja menyetubuhi istri di siang hari Ramadhan, ini disamping puasanya batal ia terkena hokum yang berupa: memerdekakan seorang hamba, bila tidak mampu puasa dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka member makan enam puluh orang miskin.
5. Datang bulan di siang hari Ramadhan.
6. Merokok di siang hari termasuk menghisab ganja dan sejenisnya.
7. Memasukkan pewangi kedalam mulut atau rongga mulut.
8. Gila.
9. Pingsan atau mabuk sepanjang hari.
10. Murtad (keluar islam).

Rukun Puasa

1.


Artinya: “dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf[115] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.”(Al Baqarah:187)

2. Rasulullah bersabda :”Sesungguhnya semua amal itu harus dengan niat, dan setiap orang mendapat balasan sesuai dengan apa yang diniatkan.” (HR Bukhari dan Muslim)
3. Diriwayatkan dari Hafshah, ia berkata: telah bersabda Nabi SAW “Barangsiapa yang tidak berniat (puasa Ramadhan) sejak malam, maka tidak ada puasa baginya.” (HR Abu Dawud)
Kesimpulan:
Keterangan ayat dan hadits diatas member pelajaran kepada kita bahwa rukun puasa Ramadhan itu adalah:
1. Berniat sejak malam hari
2. Menahan makan, minum, koitus (Jima’) dengan isteri di siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari (Magrib).